Translate

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Mesir Kuno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Mesir Kuno. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Mei 2012

Huruf Hieroglif

Hieroglif Mesir

Hieroglif Mesir (pengucapan /ˈhaɪərəʊɡlɪf/; dari Yunani ἱερογλύφος "ukiran suci", dalam Bahasa Inggris hieroglyphic = τὰ ἱερογλυφικά [γράμματα]) adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Hieroglif Mesir merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia. Beberapa dari tulisan tersebut berasal dari tahun 3000 sebelum masehi dan telah digunakan oleh bangsa Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Masyarakat Mesir menggunakan hieroglif kursif untuk sastra keagamaan pada papirus dan kayu. Adapula variasi formal tulisan yang lebih kecil, yang disebut hieratik dan demotik, namun secara teknis tulisan tersebut bukan merupakan hieroglif.

 Bagian dari Papirus Ani menunjukkan hieroglif kursif.

Etimologis

Berdasarkan kamus, arti dari hieroglif adalah tulisan dan abjad Mesir Kuno, yang terdiri atas 700 gambar dan lambang dalam bentuk manusia, hewan, atau benda; dan lambang tulisan (menyerupai gambar paku) yang bersifat rahasia atau teka-teki yang sukar dibaca atau dipahami maknanya.Disebut hieroglif karena ketika orang Yunani pertama kali melihat tulisan itu, mereka yakin bahwa tulisan tersebut merupakan tulisan pendeta yang memiliki makna dan tujuan yang suci. Kata hieroglif berasal dari kata sifat bahasa Yunani yaitu ἱερογλυφικός (hieroglyphikos), gabungan dari ἱερός (hierós ‘keramat’ atau ‘suci’) dan γλύφω (glýphō ‘ukiran’, ‘pahatan’, atau glyphs). Kata glyphs sendiri merujuk pada τὰ ἱερογλυφικὰ γράμματα (tà hieroglyphikà grámmata, ‘kesusastraan ukir pahat’). Kata hieroglyph dalam bahasa Inggris dijadikan kata benda, menggantikan arti kata hieroglif yang sebenarnya. Yang seharusnya seperti dalam kalimat sebelumnya, kata hieroglyphic merupakan sebuah kata sifat, namun sering terjadi kekeliruan dalam penggunaan kata hieroglyph sebagai sebuah kata benda.

Sejarah dan Perkembangannya

Hieroglif sudah muncul dari sebelum kesusastraan tradisi artistik Mesir. Contohnya, simbol pada tembikar Gerzean dari tahun 4000 SM menyerupai penulisan hieroglif. Selama beberapa tahun, prasasti hieroglif yang pertama kali diketahui adalah Narmer Palette, ditemukan dalam penggalian di Hierakonpolis (sekarang Kawm al-Ahmar) pada tahun 1890-an, yang diperkirakan dibuat tahun 3200 SM. Bagaimanapun, pada tahun 1998, tim arkeologis Jerman di bawah pimpinan Günter Dreyer pada penggalian di Abydos (sekarang Umm el-Qa'ab) menemukan sebuah makam dari seorang penguasa Predynastic, dan menemukan tiga ratus pahatan nama dari tanah liat dengan proto-hieroglyphs, tertanggal pada masa Naqada IIIA dari abad ke-33 Sebelum Masehi. Kalimat pertama yang tertulis penuh dengan hieroglif sejauh yang ditemukan adalah kesan segel yang ditemukan di makam Seth-Peribsen yang terletak di Umm el-Qa'ab, tertanggal dari dinasti kedua. Di zaman Kerajaan Tua, Kerajaan Tengah, dan Kerajaan Baru, terdapat sekitar 800 hieroglif. Saat zaman Greco-Roman, mereka menomori lebih dari 5,000 hieroglif. Pada abad keempat, beberapa orang mesir akhirnya dapat membaca hieroglif. Penggunaan hieroglif kemudian berhenti setelah penutupan seluruh gereja non-kristen pada tahun 391 Masehi oleh Kaisar Romawi, Theodosius I; yang tertulis dalam prasasti terakhir dari Philae, diketahui sebagai The Graffito of Esmet-Akhom, tahun 396 Masehi. Penemuan hieroglif yang paling menggemparkan dalam sejarah modern adalah penemuan Batu Rosetta pada sekitar tahun 1799. Orang yang mendapatkan penghargaan dari menafsirkan tulisan tersebut adalah Jean Francois Champollion.
Pada awalnya, orang Mesir menggunakan bentuk gambar tulisan yang kasar, seperti yang digunakan oleh suku-suku primitif di seluruh dunia. Hieroglif adalah gambar yang masing-masing mewakili objek alamiah. Matahari digambarkan sebagai piringan, bulan digambarkan dengan bulan sabit, air digambarkan oleh garis gelombang, orang dengan bentuk orang, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tulisan gambar ini tidak dapat mewakili kata-kata atau benda-benda yang tidak dapat dilihat mata seperti pikiran, cahaya, dan hari. Sehingga hieroglif pun lebih dianggap sebagai simbol ide daripada sebuah gambar objek. Piringan dapat juga berarti ‘hari’, bukan hanya berarti matahari. Ide-ide ini disebut dengan ‘ideogram’. Perkembangan hieroglif selanjutnya adalah menggunakan gambar, lebih untuk mewakili bunyi daripada untuk mewakili objek sesungguhnya. Misalnya, sebuah gambar lebah dapat bukan berarti serangga, melainkan merujuk pada kata ‘lebah’. Daun dapat memiliki arti ‘percaya’ (kita gunakan kata dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan dalam menunjukkan bagaimana cara kerjanya). Hieroglif seperti itu, yang digunakan sebagai bunyi, dikenal dengan nama ‘fonogram’. Belakangan, orang Mesir dapat menulis kata apa saja yang mereka kenal, baik kata itu berarti sesuatu yang dapat mereka gambarkan atau tidak. Dari fonogram tersebut mereka mengembangkan satu seri tanda, masing-masing mewakili satu huruf. Dalam penulisan, orang Mesir hanya menggunakan huruf konsonan (huruf mati) saja. Misalnya, kata ‘minum’ hanya akan ditulis ‘mnm’ (tentunya dengan menggunakan tulisan Mesir). Orang Mesir juga terus menggunakan simbol-simbol lama dalam tulisan mereka seperti ideogram, fonogram, dan picturegram (tulisan gambar) semuanya digabungkan. Seiring berjalannya waktu, tulisan tersebut menjadi sangat rumit sehingga tidak mudah dimengerti oleh orang awam.

Sistem Penulisan

Penulisan hieroglif dapat dimulai dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, atau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, tetapi biasanya dimulai dari kanan ke kiri (seperti dalam penulisan Arab, walaupun dalam penulisan formal zaman sekarang ini menggunakan kiri ke kanan).

Jenis hieroglif

Hieroglif terdiri dari tiga macam glyph yaitu phonetic glyphs, termasuk karakter satu konsonan yang berfungsi seperti abjad, logographs; dan semagram (simbol semantik yang menentukan makna), yang membatasi arti dari logographic atau kata-kata fonetis.
Secara visual, keseluruhan hieroglif kurang lebih bersifat kiasan: mereka merepresentasikan elemen yang nyata ataupun ilusional, terkadang menyesuaikan dengan mode dan disederhanakan, tetapi secara umum benar-benar dikenal dalam tanda. Bagaimanapun, simbol atau tanda yang sama, berdasarkan konteksnya, dapat diinterpretasikan dalam bermacam-macam cara yaitu sebagai fonogram (phonetic reading), sebagai logogram, atau sebagai ideogram (semagram; determinative, semantic reading).

Phonetic Reading

Kebanyakan simbol atau bentuk hieroglif merupakan fonetis alam, yang berarti bahwa simbol tersebut dibaca dan dibuat sesuai dengan karakteristik visualnya. Gambar dari mata dapat menjelaskan kata ‘mata’ itu sendiri dan kata ‘saya’ dalam bahasa Inggris (‘eye’ dan ‘I’). Gambar mata itu disebut dengan fonogram dari kata ‘I’. Bentuk fonogram dengan satu konsonan disebut mono- atau tanda uniliteral; dengan dua konsonan, tanda biliteral; dengan tiga konsonan disebut tanda triliteral. Dua puluh empat tanda uniliteral disebut abjad hieroglif. Penulisan hieroglif Mesir normalnya tidak mengindikasikan huruf vokal seperti A, I, U, E, O.

Phonetic Complements

Penulisan Mesir sering kali pleonastis atau berlebihan. Ini sering kali terjadi dalam sebuah kata yang harus diikuti oleh sejumlah karakter penulisan yang memiliki kesamaan pengucapan. Contohnya, kata nfr, yang memiliki arti ‘cantik, baik, sempurna’, ditulis dalam triliteral yang unik.

F35
= nfr
Bagaimanapun, hal ini sangat biasa ditambahkan dalam triliteral, uniliteral untuk f dan r. Kata tersebut dapat ditulis sebagai nfr+f+r namun tetap dibaca dengan nfr. Dua karakter abjad ditambahkan demi kejelasan ejaan dari hieroglif triliteral yang terdahulu. Karakter berlebihan yang mengikuti tanda biliteral atau triliteral disebut phonetic complements atau pelengkap fonetis. Dapat ditempatkan di depan tanda (jarang), setelah tanda (seperti ketentuan umumnya), atau bahkan dikeduanya.

Semantic Reading

Selain interpretasi fonetis, karakter atau simbol-simbol juga dapat dimaknai dengan membaca, dalam hal ini logogram diucapkan (atau ideogram) dan semagram (sering disebut juga dengan determinative).

hieroglif dalam huruf (logogram), sumber: wordpress.com.

Logogram

Hieroglif digunakan sebagai logogram untuk menegaskan suatu objek yang merupakan sebuah gambar. Untuk itu logogram merupakan benda biasa yang sering digunakan. Dalam teori, seluruh hieroglif memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai logogram. Logogram dapat ditemani dengan pelengkap fonetis.

Semagram

Determinatives atau semagram (simbol semantik yang menentukan makna) ditempatkan di akhir dari sebuah kata. Karakter ini bertujuan untuk mengklarifikasi tentang apakah sebuah kata itu, seperti homofonik glyphs.


Bacaan fonetik


Hieroglif yang biasa ditulis ketika zaman Yunani-Rom
Kebanyakan aksara hieroglif bersifat fonetik, iaitu aksara itu dibaca tidak mengikut sifat visualnya (mengikut resmi teka-teki rebus yang mana, contohnya, gambar mata boleh melambangkan perkataan Inggeris eye dan I [kata ganti nama pertama]). Maka terrbentuknya fonogram, sama ada satu konsonan (aksara mono- atau uniliteral) dua konsonan (aksara biliteral) mahupun tiga (aksara triliteral). 24 aksara uniliteral membentuk abjad hieroglif lengkap. Tulisan hieroglif Mesir tidak termasuk aksara vokal, oleh itu dianggap sebagai sejenis abjad konsonan, sama dengan abjad Arab.
Daripada itu, tulisan hieroglif yang melambangkan itik disebut dalam bahasa Mesir berbunyi sȝ, iaitu konsonan-konsonan yang membentuk perkataan bagi itik. namun begitu, hieroglif itik ini boleh juga dipakai tanpa kena-mengena dengan maksud asalnya asalkan dapat melambangkan fonem sȝ, tanpa mengira apa-apa bunyi vokal yang mengiringi konsonan-konsonan ini, maka ditulisnya kata-kata berikut: sȝ, "anak lelaki," atau apabila diiringi aksara-aksara yang dibutirkan selanjutnya dalam catatan, sȝ, "simpan, perhati"; dan sȝṯ.w, "tanah kasar". Contoh:
G38
 – aksara sȝ;
G38 Z1s
 – aksara sama yang hanya dipakai mengikut konteks untuk melambangkan "itik", atau "anak lelaki" apabila adanya penentu yang bersesuaian, kedua-dua kata ini sama konsonannya; erti garis mencancang dijelaskan selanjutnya:
z
G38
A A47 D54
 – aksara sȝ dalam kata sȝw, "simpan, perhati"
Sama seperti abjad Arab, bukan semua bunyi vokal ditulis dalam tulisan hieroglif Mesir; adanya pertikaian sama ada wujudnya aksara vokal sama sekali. Mungkin juga macam bahasa Arab, bunyi-bunyi separa vokal /w/ dan /j/ (seperti huruf W dan Y) juga melambangkan nunyi vokal /u/ dan /i/. Dalam transkripsi moden, huruf e dibubuh di antara huruf konsonan untuk memudahkan sebutan. Contohnya, nfr "bagus" biasanya ditulis nefer. Ini tidak mencerminkan bunyi vokal Mesir yang dikaburi peredaran zaman, sebaliknya cuma kebiasaan moden. Begitu juga, fonem ȝ dan ʾ sering ditransliterasi menjadi vokal a.
Tulisan hieroglif ditulis dari kanan ke kiri, kirik ke kanan, ataupun atas ke bawah, tetapi biasanya kanan ke kiri. Pembacanya mesti mengambil kira arah haluan aksara-aksara tak simetri ini agar dapat mengenal pasti urutan pembacaan yang sebetulnya. Contohnya, jika hieroglif manusia dan haiwan menghadap ke arah kanan (iaitu memandang ke arah kanan), maka bacaannya dari kanan ke kiri, begitu juga sebaliknya, maka ideanya adalah aksara hieroglif memandang ke arah permulaan baris.
Begitu juga dengan kebanyakan tulisan purba, kata-kata tidak dipisahkan oleh jarak atau tanda baca. Walaupun begitu, sesetengah aksara hieroglif tertentu selalu muncul di akhir kata, menmudahkan proses membezakan kata-kata.

Jumat, 18 Mei 2012

Rahasia Cara Mesir Kuno Membangun Piramida Agung Giza

1327904604708672394
Gambaran ramp yang diilustrasikan oleh Prof. Davidovits dalam penelitiannya. (image: artslivre.com)
By. Masykur A. Baddal - Piramida Agung Giza adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno, yang hingga saat ini belum ada  tandingannya. Bangunan terbesar yang berbentuk segi tiga itu, mempunyai ketinggian 146m. Diyakini dibangun pada masa kekuasaan Firáun Khufu yaitu pada tahun 2560 SM.
Kontraversi sekitar proses pembangunan Piramida Agung Giza terus berkelanjutan hingga akhir abad ke-19. Dimana, sebagian besar arkeolog dunia tetap berpendapat, bahwa Piramida Agung Giza dibangun dengan konstruksi blok batu granite berjumlah 2.300.000 biji batu yang di ambil dari wilayah Aswan. Setiap blok batu mempunyai bobot 2.5 ton. Proses pembangunannya memakan waktu selama 30 tahun, dengan melibatkan 100.000 orang pekerja.
1327865346323483415
Puncak Piramida Khafre masih menyisakan unsur lumpur/tanah liat (foto: sis.gov.eg)
Bahkan ada yang berspekulasi, bahwa bangunan piramida dibangun oleh UFO dengan mengaitkannya kepada potret piramida di Mars.  Ada juga yang mengidentikkan piramida, berhubungan langsung dengan rasi gugus bintang Orion. Jika ditinjau dari letak katiga piramida Giza, maka Piramida Maya pun diyakini memiliki letak dan posisi yang sama, berdasarkan gugus rasi bintang Orion.
Namun, semua spekulasi sekitar proses dan teknis pembangunan Piramida Agung Giza, pada tahun 1981 seakan terpecahkan. Seorang peneliti berkebangsaan Perancis, Profesor Joseph Davidovits, Direktur Institut Geopolimer Prancis. Secara mengejutkan mengajukan sebuah teori bahwa Piramida Agung Giza dibangun dari unsur tanah liat yang kemudian dibakar menjadi sekeras batu alam.
Profesor Davidovits mengatakan, bahwa tanah liat dan bahan lainnya diambil dari sepanjang Suangai Nil, lalu bahan-bahan ini disatukan dalam sebuah cetakan kayu khusus, dan dapat digunakan berulang kali. Campuran semua unsur tanah liat ini selanjutnya dipanaskan pada suhu tinggi, sehingga menyebabkan komponen-komponen kimiawi dari bahan-bahan tersebut saling berinteraksi dan membentuk sejenis batu, persis seperti batu gunung berapi, yang terbentuk jutaan tahun lalu. Dengan teknis semacam ini, menjadikan semua blok batu memiliki ukuran dan potongan yang sama.
Percobaan yang dilakukan oleh Profesor Davidovits menggunakan Nanoteknologi (cabang teknik yang berhubungan dengan hal-hal kecil dari 100 nanometer) membuktikan adanya sejumlah besar unsur air dalam bebatuan. Jumlah tersebut seharusnya tidak ada, seperti pada batu alam kebanyakan.
13278655142094166494
Ilustras: Proses pengumpulan lumpur/tanah liat di sepanjang sungai Nil (image: waraqat.net)
Tes mikroskop elektronik yang digunakan untuk menganalisis sampel dari batu piramida. Hasilnya, sesuai dengan pendapat Prof. Davidovits, dan kristal kuarsa jelas muncul sebagai hasil dari pemanasan lumpur. Analisis dengan skala Mini E menunjukkan adanya silikon dioksida juga. Sehingga hal ini membuktikan bahwa batu-batu tersebut tidak alami.
Selain itu, dalam bukunya “Ils ont bati les pyramides” (cara membangun piramida) yang diterbitkan tahun 2002, Profesor Davidovits telah menjelaskan semua teka-teki yang selama ini menjadi perdebatan para arkeolog, sekitar cara Piramida Agung Giza dibangun. Selain itu, ia juga mereka ulang mekanisme konstruksi sederhana geometris dari lumpur. Beberapa penelitian menegaskan bahwa tungku atau sejenis kompor telah digunakan pada zaman dahulu untuk membuat keramik dan patung-patung. Secara umum, setelah tanah liat dicampur dengan logam dan bahan alami lainnya, lalu dibakar dengan nyala api, sampai patung itu mengeras menyerupai bentuk batuan nyata.
Pendapat Davidovits juga dipertegas oleh Mario Collepardi, seorang Profesor dari Italia yang mengkhususkan diri pada penelitian arsitektur piramida. Ia meyakini bahwa Firaun menggunakan tepung kapur yang tersedia dalam jumlah melimpah di daerah mereka, dicampur dengan tanah biasa. Kemudian mereka menambahkan air dari sungai Nil dan menyalakan api hingga suhu 900 derajat Celcius. Proses pemanasan ini memberi kekuatan pada batu dan menjadikannya mirip dengan batuan alami.
Adapun proses penyusunan blok-blok tanah liat tersebut sebelum dipanaskan, guna membentuk bangunan piramida. Yaitu dengan membangun lereng (ramp) dari bahan kayu mengelilingi konstruksi piramida, sehingga memudahkan para pekerja melakukan proses pengangkutan bahan baku tanah liat/lumpur ke berbagai ruas bangunan piramida. Sehingga dengan cara ini, tidak diperlukan lagi puluhan ribu pekerja untuk membangun sebuah piramida.
13278658281530246306
Profesor Michel Barsoum dari Drexel University sedang melakukan tes materi di Piramida Giza (foto: waraqat.net)
Selanjutnya pada bulan Desember 2006, sejumlah arkeolog besar dunia seperti, Michel Barsoum, Adrish Ganguly, dan Gilles Hug telah mempublikasikan pendapat mereka di the Journal of the American Ceramic Society, yaitu medukung hasil temuan Profesor Davidovits berkaitan proses pembangunan Piramida Agung Giza. Walaupun ada beberapa arkeolog Mesir lainnya yang belum dapat menerima teori tersebut.
Teknis pembangunan piramida, juga menjadi rahasia Firáun Mesir. Dari jutaan tastamen yang ada, tidak satupun yang menjelaskan sekitar teknis pembangunan Piramida Agung Giza secara detail.
Sehingga dengan temuan teranyar ini, akan membuka mata kita, bahwa teknologi yang digunakan sebenarnya sangat simpel. Akibat kurangnya informasi sekitar detail teknisnya, mendorong setiap arkeolog berspekulasi menurut cara berpikir masing-masing.
1327912426372178914
Skema pembuatan blok batu yang dipaparkan oleh Prof. Davidovits (image: philipcoppens.com)
 
(referensi: wiki, sis.gov.eg, egypt.com.eg, waraqat.net)

Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh

Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh

Pada saat Great Pyramid di Giza Mesir dibangun, jika berdasarkan keadaan Piramid serta tenaga kerja yang mendirikannya, Para Arkeolog memperkirakan Penduduk Mesir ketika itu mencapai 50 juta orang…
Diperkirakan PIRAMID tersebut dibangun pada sekitar tahun 3.000 sebelum masehi, dimana penduduk dunia baru sekitar 20 juta orang…
Jika seluruh penduduk dunia di tahun 3.000 Sebelum Masehi, dikumpulkan di Mesir… ternyata masih ada 30 juta orang misterius…
Siapakah 30 juta orang Misterius itu ????
Setidaknya ada 2 teori….
1. Ke-30 juta orang itu, ALIEN dari Planet lain…
UFO (Pesawat ALIEN) dan Mesir Kuno
Laporan paling tua mengenai pesawat dari luar angkasa yang mendarat dibumi ini berasal dariabad ke-15 sebelum Masehi, yaitu pada sebuah tulisan Mesir kuno (papirus) yang merupakan bagian dari buku harian Raja Thutmosis III (1504-1450 SM) yang merupakan raja Mesir terbesar dimasa lalu dengan daerah kekuasaannya sampai kesungai Euphrat dan Sudan.
Laporan itu terjadi pada salah satu ekspedisi penaklukkan yang dipimpinnya langsung, dimana dalam perjalanannya Thutmosis III melihat adanya sebuah lingkaran api muncul diangkasa dengan panjang sekitar 1 rod atau ± 5 meter tanpa mengeluarkan suara dan perlahan bertambah tinggi naik keangkasa menuju keselatan dan menghilang dikegelapan malam…
Ada hal menarik, jika ketinggian Piramid di Giza, di-kalikan 1 milyar, akan diperoleh angka 148.208.000 km, yang mendekati jarak antara Bumi dan Surya : 149.450.000 km.
Di Mesir ada sebuah pulau, yang bernama Elefantine atau Gajah. Pulau ini sudah sejak dulu bernama Pulau Gajah, sebagaimana tertulis di dalam Naskah-Naskah Kuno. Di masa sekarang, jika pulau itu di lihat dari angkasa, dengan pesawat terbang (karena disana tidak terdapat bukit yang tinggi), memang berbentuk seperti Gajah. Darimana Orang Mesir Kuno, memberi nama “Gajah”, untuk pulau itu ?
Sumber :
Misteri ANUNNAKI (ALIEN), di masa kehidupan RASULULLAH ? (KASKUS)
Antara Superman, Aliens dan Al-Qur’an
Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh (Kompasiana)
Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?
2. Piramid dibangun, jauh lebih awal dari yang diperkirakan…
Diperkirakan ribuan tahun yang silam, Mesir pernah dihuni satu bangsa yang memiliki teknologi tinggi. Masyarakat ini kemudian musnah, ketika terjadinya bencana banjir global di bumi (Bencana Nuh).
Melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.
Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx, jika dibandingkan dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya, sama sekali berbeda,Sphinx diperkirakan dibangun di masa yang lebih purba.
Dalam bukunya “Ular Angkasa“, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesirmungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.
Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, hal ini bisa terlihat, pada bagian badan Sphinx yang jelas sekali ada bekas erosi. Diperkirakan akibat dari banjir dahsyat di tahun 11.000 SM.

Piramid Khufu di Giza, merupakan bangunan batu yang di dalamnya terdapat ruangan seluas 4.072 meter persegi. Balok-balok batunya sebanyak 2,3 juta batang, dengan berat antara 2.5 ton sampai 50 ton, tersusun dengan ketinggian mencapai 481 kaki.
Untuk membawa batu-batu Piramid tersebut, menuju ke kawasan padang pasir, jika menggunakan teknologi dari tahun 3.000 sebelum masehi, yaitu dengan cara meletaknya pada batang-batang pohon yang dijajar kemudian digelindingkan. Tentu akan menggunakan ratusan ribu batang kayu, yang jadi pertanyaan darimana Fir’aun Mesir memperoleh batang kayu sebanyak itu ?
Belum lagi, bagaimana jutaan batu-batu itu bisa diangkat ke atas, serta teknik pemotongan batu yang sedemikian canggih, sehingga sudutnya disebelah Tenggara tegak, hanya setengah inci lebih tinggi dari sudutnya di sebelah Barat Laut. Rasanya sangat mustahil, jika dikerjakan dengan menggunakan teknologi dari tahun 3.000 sebelum masehi.

SEJARAH MESIR KUNO

10 Mitos yang Salah Tentang Sejarah Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno penuh dengan aura misteri dan intrik misteri, hal ini semakin dibuktikan oleh penemuan-penemuan arkeologis terbaru. Sayangnya, rasa kagum yang meliputi Mesir Kuno juga telah menghasilkan mitos yang tak terhitung jumlahnya.
Daftar ini akan menyelidiki kesalahpahaman yang paling umum tentang Mesir Kuno, dan mencakup beberapa penyimpangan yang menarik yang akan menerangi daerah baru dari budaya maju mereka.

10. Cleopatra Itu Sangat Jelita

Cleopatra
Cleopatra VII,adalah Firaun terakhir dari Mesir Kuno, selalu menjadi tokoh budaya, yang terkenal karena kecantikannya yang sangat memikat . Ide ini telah diabadikan oleh semua orang dari Shakespeare untuk film sutradara Joseph L. Mankiewicz. Namun, koin Romawi menunjukkan Cleopatra memiliki fitur maskulin: hidung besar, dagu menonjol dan bibir tipis – bukan archetype dari setiap budaya yang ingin menampilkan sosok feminim yang anggun.
Di sisi lain, ia tidak memiliki kekurangan dalam kualitas intektualnya; sumber-sumber kontemporer mencatat kelebihan menonjol Cleopatra adalah sosok yang karismatik dan pintar, bukan kecantikan fisik.

9. Mesir Kuno Terobsesi Dengan Kematian

Mumi
Membaca tentang Mesir Kuno dengan piramida mereka, mumi dan dewa-dewa , mudah untuk mencapai kesimpulan bahwa mereka sibuk dengan kematian.
Bahkan, tidak bisa lebih jauh dari kebenaran.Tenaga kerja berjumlah besar dari orang Mesir dalam upacara penguburan sebenarnya adalah suatu cara untuk memuliakan hidup .
Sebagai contoh, banyak ilustrasi yang menghiasi bagian dalam makam adalah perayaan dari pertanian, berburu dan memancing.
Selain itu, ornamen mahal yang terkubur dimaksudakan untuk membantu mereka yang mati mencapai akhirat, dimana mereka melanjutkan pekerjaan mereka di akhirat tanpa kesulitan.
Mummifikasi adalah cara untuk menjaga mayat agar awet seperti manusia hidup, sebagai bentuk ideal dari kehidupan sehari-hari. Mesir jelas terobsesi dengan kehidupan, bukan kematian.

8. Mesir Kuno Punya Kontak dengan Alien

Artefak
Ada beberapa yang percaya bahwa Mesir mempunyai kontak dengan alien. Mereka menyatakan bahwa piramida adalah prestasi super dan bahwa beberapa lukisan mural benar-benar menggambarkan makhluk luar angkasa.
Ini menghina warisan dari bangsa Mesir Kuno. karena Piramida Besar di Giza secara matematis memang sangat menakjubkan, namun konstruksinya tidak melampaui kepandaian para ilmuwan astronom jenius dan arsitek pada masa itu.
Dan sementara Piramida Besar berdiri sebagai struktur tertinggi selama hampir 4000 tahun, itu tidak berarti bahwa orang Mesir berteman dengan alien, itu hanya berarti bahwa tidak ada budaya yangh bisa menyaingi orang Mesir dalam membangun monumen setinggi itu sampai abad ke-19.
Mengenai mural, gambar di atas adalah penyebab dugaan Mesir kuno punya kontak dengan Alien.

7. Peninggalan Mesir Kuno Sepenuhnya Terungkap

Perahu Mesir
Banyak yang percaya bahwa kita telah menemukan segala sesuatu tentang Mesir Kuno, Tentang Upacara Kematian dan prosesi penguburan.
Ini tidak benar. Penemuan menarik masih terus berlangsung setiap hari tentang Mesir Kuno, mengungkap cahaya baru tentang peradaban mereka.
Sebagai contoh, sebuah “perahu bertenaga surya” saat ini sedang diekstrak dari Piramida Besar. Hal ini diduga bahwa ,kapal surya ini akan memungkinkan Firaun yang mati untuk membantu dewa matahari Ra dalam pertempuran abadi dengan Apep, iblis dari kegelapan.
Setiap malam, Dewa Ra berlayar dengan perahu surya ke dalam pertempuran dengan Apep dan saat fajar ia muncul dengan kemenangan dan berlayar di langit.

6. Hieroglyphs

Hieroglyphs
Orang tampaknya menganggap bahwa orang Mesir Kuno menemukan hieroglif. Namun, hieroglif primitif itu mungkin dibawa ke Mesir oleh penjajah Asia Barat. Mitos lain, dipicu oleh gambar ular dan kaki tanpa tubuh, adalah bahwa hieroglif adalah bahasa kutukan dan mantra magis.
Pada kenyataannya, sebagian besar waktu hieroglif digunakan untuk prasasti berbahaya atau penggambaran historis. Kutukan jarang ditemukan di kuburan dan sebagian dari mereka telah ditemukan impoten: “tahunnya akan berkurang”, “Dia tidak akan memiliki pewaris”.
Menariknya, hingga Batu Rosetta ditemukan pada tahun 1798, dan kemudian diterjemahkan, kebanyakan ahli percaya bahwa hieroglif itu ilustrasi, bukan suara fonetik sebagaimana huruf alfabet.

5. Dekorasi Piramida

Dekorasi
Hieroglif banyak menutupi interior makam Mesir Kuno dan istana. Tapi bertentangan dengan mitos, piramida hampir tanpa dekorasi. Memang, sampai saat ini piramida di Giza yang dianggap benar-benar polos di dalamnya. Anggapan ini hancur ketika hieroglif ditemukan di balik pintu rahasia di Piramida Agung beberapa bulan lalu.
Juga, tidak semua piramida batu kapur berwarna berusia 4000 tahun : beberapa bagian, seperti pilar interior, dicat merah atau putih. Cat dasar dan tulisan tersembunyi masih tersisa di piramida yang sangat keras, itu adalah arsitektur mereka, bahwa semen piramida sebagai bangunan batu tertua dan paling populer di dunia.

4. Firaun Membunuh Pelayannya

Shabtis
Ketika Firaun meninggal, pelayan mereka tidak dibunuh dan dikuburkan dengannya seperti yang populer diyakini, dan beberapa pengecualian.
Dua Firaun dari dinasti pertama Mesir yang dikenal telah mengubur pelayan mereka bersamanya. Kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi telah menyebabkan mitos bahwa kejadian penguburan pelayan bersama tuannya adalah umum terjadi di antara 300 atau lebih Firaun lainnya.
Firaun mungkin menyadari bahwa pelayan terpercaya mereka yang hidup lebih berguna daripada mati, sehingga mereka menguburkan diri dengan ‘shabtis’ sebagai gantinya. ’Shabtis’ adalah patung-patung animasi untuk membantu para Firaun di akhirat.

3. Piramida Dibangun Oleh Budak

Piramida
Gagasan bahwa budak membangun piramida di Mesir telah beredar sejak laporan sejarawan Yunani Herodotus dalam abad ke-5 SM.
Hal itu ternyata palsu ketika makam berisi sisa-sisa pembangun piramida ditemukan di samping piramida di Giza. Warga Mesir Kuno yang dikubur di samping para Firaun akan menjadi kehormatan terbesar, tidak pernah diberikan kepada budak.
Selain itu, sejumlah besar tulang sapi berhasil ditemukan di Giza menunjukkan bahwa daging sapi, makanan lezat di Mesir Kuno, adalah makanan pokok dari pembangun.
Sangat jelas dibuktikan bahwa Pembangun piramida Mesir adalah pengrajin terampil, bukan budak seperti kata film Hollywood atau mungkin dalam bibel yang membuat orang berpikir.

2. Perbudakan Bangsa Israel

Perbudakan
Ini berikut pada dari mitos sebelumnya dan jelas masalah yang rumit. Sayangnya bagi mereka yang mengikuti bibel sebagai account harfiah dari sejarah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Israel diperbudak di Mesir Kuno.
Kita tahu banyak tentang Mesir Kuno dari catatan menyeluruh mereka, namun mereka tidak pernah menyebutkan menjaga ras budak, mereka tidak pernah menyebutkan Sepuluh Tulah dan tidak ada informasi arkeologis yang menunjukkan jutaan Ibrani menghuni Mesir atau padang pasir.
Selain itu, jutaan budak yang melarikan diri akan menghancurkan perekonomian Mesir, namun hal ini berkembang pada 2 milenium SM ketika eksodus besar-besaran diduga terjadi.
Kemungkinan Bangsa Israel kala itu berada di bawah kasta-kasta terendah bangsa Mesir kuno, dan menjadi buruh kasar.. dan bukannya budak.

1. Kutukan Para Firaun

Firaun
Populernya ‘kutukan’ mematikan bagi mereka yang membuka makam Firaun Tutankhamun adalah kemenangan propaganda media atas kerentanan masyarakat. Mitos itu adalah tentang kutukan Tutankhamun membunuh sang sponsor ekspedisi Lord Carnarvon dan anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut.
Meskipun beberapa teori telah datang dengan teori jamur berbahaya dan gas terakumulasi di dalam kubur, kematian mereka tidak memerlukan penjelasan khusus. Hanya 8 dari 58 prang yang hadir pada pembukaan makam Tutankhamun meninggal dalam belasan tahun. Pemimpin ekspedisi Carter, target yang paling jelas untuk dikutuk, namun dia hidup selama 16 tahun selanjutnya.
Kebetulan lainnya adalah kasus bias konfirmasi: setiap musibah yang menimpa orang dalam ekspedisi itu berasal Kutukan Firaun. Kutukan adalah contoh utama dari impuls seseorang untuk percaya cerita menarik dan bukannya fakta.